Penyelenggaraan IOWave23, Uji Coba Kesiapsiagaan BMKG dalam Menghadapi Ancaman Tsunami

  31 Oktober 2023

Indian Ocean Wave Exercise 2023 (IOWave23), yang merupakan pelatihan sistem peringatan dini dan mitigasi tsunami, telah resmi dibuka di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara penyelenggara dari Inter-governmental Commission Group/Indian Ocean Tsunami Warning System (ICG/IOTWS) dengan BMKG. Kegiatan ini oleh sejumlah pejabat, termasuk Plt. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Hanif Andi Nugraha, Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BMKG.

Kepala BMKG yang diwakili oleh Plt. Deputi Bidang Geofisika, Hanif Andi Nugraha, menyampaikan bahwa IOWave23 bertujuan untuk melatih dan menguji Standard Operating Procedures (SOP) Peringatan Dini Tsunami secara menyeluruh, melibatkan seluruh rantai peringatan dari Tsunami Service Provider (TSP) hingga National Tsunami Warning Center, dan berlanjut hingga Disaster Management Office dan masyarakat.

"Sebanyak empat skenario latihan dilaksanakan pada tanggal 4, 11, 18, dan 25 Oktober 2023 dalam kegiatan ini. Skenario ini mencakup simulasi gempa bumi dan tsunami dengan pusat gempa di beberapa lokasi, seperti Nicobar Island, Pantai Iran, Selatan Jawa, dan Kerguelen Island, Australia. Pilihan beragam skenario memberikan kesempatan bagi negara-negara di wilayah Samudera Hindia untuk menguji SOP dan memperbaikinya," jelasnya.

IOWave23 juga dianggap sebagai upaya kontribusi dan komitmen bagi Inisiatif Global Early Warning for All. Latihan ini dapat mengukur sejauh mana peringatan dini terhubung mulai dari sumber hingga ke masyarakat, untuk mewujudkan konsep "Tsunami Ready Community," sehingga warga di daerah rawan tsunami terlatih untuk merespons peringatan tsunami, termasuk peringatan alamiah.

Hanif menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan kerjasama lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Peristiwa Tsunami Palu pada tahun 2018 dijadikan sebagai pelajaran kunci bahwa kesiapsiagaan masyarakat memegang peranan utama dalam upaya penyelamatan dari bencana.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Daryono menjelaskan bahwa stakeholder termasuk berbagai lembaga di tingkat nasional hingga pemangku kepentingan di daerah mendukung agenda internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 2009 ini.

"IOWave23 menggunakan skenario tsunami yang berasal dari gempa bumi berkekuatan 9,0 Megathrust di Selatan Jawa dengan kedalaman 10 km. Lebih dari 1.000 orang berpartisipasi dalam latihan ini, yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia," imbuh Daryono.

Afrial Rosya, Direktur Peringatan Dini BNPB, menekankan bahwa penyelenggaraan IOWave23 merupakan langkah penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Pelaksanaan IOWave23 diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami berbasis masyarakat dan meningkatkan persiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana tsunami. Ia menegaskan bahwa program ini sangat relevan untuk mengevaluasi efektivitas peringatan dini tsunami.

Apresiasi diberikan kepada semua pihak yang mendukung IOWave23. Meskipun bencana datang sewaktu-waktu, kesiapsiagaan melalui latihan ini akan meningkatkan rasa aman di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gempa bumi dan tsunami.

https://bmkg.go.id/berita/?p=penyelenggaraan-iowave-uji-coba-kesiapsiagaan-bmkg-dalam-menghadapi-ancaman-tsunami&lang=ID